Monday, July 15

#7 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Sungguh Engkau Maha Pemberi, termasuk rasa kantuk ini. Maafkan aku, mungkin tadi tarawehku timbul tenggelam, ngantuk sangat ya Tuhan. Hehehe.

Tuhan. Bolehkah kuanggap kantuk ini sebagai nikmat, agar nyenyak dan berkualitas tidurku, dan bukankah itu menyehatkan.

Tuhan. Aku tak hendak mengadu apa-apa hari ini. Selain mengucap syukur kepada-Mu atas hari ini yang telah kutempuh, dan memohon ampun apabila hari ini aku berbuat salah.

#6 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan.

Malam ini ada pertandingan sepak bola, negeri kami melawan negeri orang. Tentunya Engkau juga menonton karena Engkau Maha Melihat, bodohnya aku yang mengadu tentang hal ini. Aku tidak begitu suka sepak bola, maka mungkin aku sedikit tendensi dalam menulis ini. Bahwa seharusnya Ramadhan ini diisi dengan ketundukan dan ketakziman, bukan sorak-sorai dan hura-hura semacam itu. Bagaimana mereka taraweh, sekejap mereka lupa agama. Dan itu sia-sia Tuhan, karena kami kalah tujuh angka. Hehehehe.

Ngomong-ngomong tentang hal itu, Tuhan. Di mana Ramadhan tidak seperti Ramadhan. Seperti saat aku menengok televisi. Saat aku sahur dan menonton televisi, hiburan macam apa dengan gelak tawa, saling mencela, tak tahu busana, tak tahu agama. Kata Rasul-Mu dalam sahur itu terdapat keberkahan, tapi aku jadi ragu jika tetap disuguhi tontonan semacam itu bagaimana Engkau memberkahi kami. Tak hanya itu Tuhan, kemudian setelah itu saat aku membuka Facebook pun, aku melihat banyak perempuan cantik di sana.

Mungkin jika sebagian orang berpikiran puasa itu enteng. Sembari main game, main internet, jalan-jalan, nonton televisi, ntar Maghrib jadi kerasa sebentar. Betul jika puasa itu cuma menahan lapar dan haus. Hehehehe. Tapi bukan begitu. Puasa itu berat, karena di mana-mana sekarang banyak mudharat, Tuhan. Makanya Engkau mengganjar lebih bagi kami yang istiqamah berpuasa dalam arti sesungguhnya. Aamiin.

#5 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Demikian aku menyapa-Mu. Bukan karena aku lancang kepada-Mu, hanya saja dengan demikian aku merasa Engkau sungguh dekat denganku. Karena memang sesungguhnya Engkau dekat, lebih dekat daripada urat leher tiap manusia. (QS 50:16). Namun kebanyakan dari kami tidak sadar, hingga kami jarang menyapa-Mu. "Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat." QS 56:85.

Friday, July 12

#4 Hai Tuhan

Hai Tuhan.

Tadi saat sholat Isya dan Taraweh di masjid tempatku sholat, imam merupakan seorang hafidz. Ya, beliau penghafal kitab suci al-Quran. Masya Allah, suaranya, tajwidnya, makhrajnya bagus sekali. Seperti suara-suara indah pembaca al-Quran yang kerap mengisi ruang dengar di radio.

Aku jadi teringat oleh kisah seorang hafidz yang kehilangan hafalannya hanya karena melihat betis seorang wanita. Karena tadi sore saat aku mengunjungi supermarket di kotaku, banyak wanita cantik, Tuhan. Dengan bentuk yang menarik pula. Subhanallah. Mungkin Engkau sedang bercanda dengan menciptakan wanita penggoda sebanyak itu sementara kami berpuasa. Hehehehe. Maka dari itu kami harus lebih lagi memperkuat iman, karena godaan kini tak sebatas betis.

Oh iya, di supermarket itu ada tempat makan juga. Mereka buka ya Tuhan. Ya, mereka buka dan melayani orang makan di bulan puasa. Hanya saja mereka memasang tirai agar kami tidak dapat melihat orang yang sedang makan di dalam sana. Untuk apa? Agar supaya kami yang berpuasa tidak tergiur? Maaf, kami puasa sungguh-sungguh, hal seperti itu tidak mungkin membuat kami tergiur lantas membatalkan puasa. Atau mungkin tirai itu karena orang-orang di dalam sana malu terlihat karena tidak berpuasa. Kenapa mereka tidak malu kepada-Mu, Tuhan? Hehehehe.

#3 Hai Tuhan

Di luar gerimis, Tuhan. Dan itu membuatku sangat mengantuk. Seolah bunyi rerintik yang berderap itu adalah nina-bobo dari-Mu untukku. Kata orang, tidurnya orang berpuasa itu ibadah, tapi aku tidak yakin itu datang dari-Mu. Lagipula aku tak berpuasa, kan sudah berbuka. Hehehe. Aku cuma berharap dan berpikir, tidur orang yang telah seharian bekerja keras dalam keadaan puasa itu lebih utama, dan itu ibadah. Begitukah, Tuhan? Tapi tentu saja setelah semuanya dilakukan: menyegerakan berbuka, sholat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, lalu tadarus al-Quran.

Terima kasih untuk seharian ini, Tuhan. Semoga aku sudah berbuat baik. Dan tahanlah gerimis ini, nina-bobo terindah dari-Mu. Selamat malam.

Wednesday, July 10

#2 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Aku hanya sekedar menyapa. Tak mungkin aku menanyakan kabar-Mu atau bertanya Kau sedang sibuk apa. Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa yang tak pernah merasa sibuk mengatur dunia seisinya.

Hari ini hari pertama kami berpuasa di Ramadhan tahun ini. Hari ini pula kami pertama berbuka atas rahmat-Mu. Semoga Engkau menerima puasa kami. Bukan karena kami sudah menahan lapar, atau haus, atau juga karena kami telah menahan nafsu. Tapi karena kami ikhlas, tentu Engkau lebih tahu.

Ada yang lucu Tuhan. Selepas buka tadi, kami ramai-ramai mengucap syukur secara terang-terangan, di Facebook. Mungkin ini juga keistimewaan Ramadhan, begitukah, Tuhan?

Hari ini aku ingin tidur awal Tuhan. Tenang saja aku sudah menyelesaikan bacaan Quran-ku. Baiklah. Jaga aku, bimbing aku Tuhan. Sehingga besok aku masih bisa menjumpai-Mu lewat tulisan kecil ini.

Tuesday, July 9

#1 Hai Tuhan





Hai halo Tuhan. Hari ini awal Ramadhan, begitu kata ulil amri di televisi. Namun ada juga saudaraku yang mengawali Ramadhan sejak kemarin. Sehingga sebagian dari kami berkata-kata: mengapa kita berbeda? Ada pula sebagian dari kami dengan egonya meremehkan sebagian yang lain. Aku tahu, pasti Engkau sedang menguji seberapa dewasakah kami.
Tuhan, hari ini aku membaca kitab suci-Mu lho, al-Quran. Mungkin jika ia dapat berbicara ia akan menyindirku: karena Ramadhan lalu aku menyentuhnya. Tapi aku kira tidak, ia mungkin rindu ketika aku mengucap basmallah di atasnya, lalu mengeja huruf demi huruf, terkadang juga telunjukku ikut menuntun.
Hari ini aku ke masjid seperti biasanya. Namun ada yang berbeda, Tuhan. Masjid jadi tampak sempit karena jamaah yang banyak. Namanya juga Ramadhan, mungkin begitu gumamku.
Oh ya, mulai hari ini sepertinya aku akan sering menulis surat untuk-Mu, Tuhan. Atau hanya sekedar menunjukkan puisi-puisi tentang-Mu. Dan tentu saja doa-doa yang tersirat juga, tentu Engkau lebih tahu. Dan semoga hujan yang tengah turun malam ini turut membawa berkah dari-Mu.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html