Wednesday, July 24

#13 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Maaf baru sempat menyapa. Tidak, aku tidak mungkin lupa. Hanya saja kesibukan yang lain menyita kesenggangan, dan itu urusan dunia. Tuhan. Ketika ibadah jadi ritual semata, tak ada yang sakral. Kami pun berkilah, daripada tidak dikerjakan sama sekali. Engkau tetap menerima, urusan pahala itu hak prerogatif-Mu. Begitu, Tuhan? Itu pula yang kami lakukan akhir-akhir ini. Ada yang lucu, ketika puasa yang paling dinanti adalah berbuka bersama. Bersama orang banyak meramaikan rumah makan, bukan ibadah. Hingga sepi masjid-masjid, dan telat sholat Maghrib. Apalagi taraweh berjamaah, mana sempat. Hehehe. Begitulah, Tuhan. Adakalanya ibadah menjadi urusan dunia. Namun jangan sampai keterlaluan hingga dunia mengalahkan ibadah. Jewer kami jika sampai demikian, tetap dengan cara-Mu.

#12 Dosa

Hai halo Tuhan. Kau sungguh baik, Maha Baik. Maka dari itu sebagian orang menganggap Kau terlalu sayang mereka, sehingga mereka menjadi manja. Tak jalankan perintah-Mu tak apa-apa, katanya. Tetap lakukan hal yang tak Kau sukai, meski mereka tahu itu dosa. Hanya karena mereka yakin Kau mudah memaafkan. Begitu. Tuhan? Semakin ke sini semakin banyak kutemui orang yang bangga tampil tak beragama, Tuhan. Prianya malu jika terlalu alim, wanitanya malu jika terlalu muslim. Ke masjid, mengaji, itu gak keren, itu kerjaan orang tua. Jilbab itu kuno, semakin seksi semakin cantik. Mereka tidak tahu, Tuhan, Kau ini Maha Asyik. Tapi semenjak masuk bulan puasa, semua mendadak alim, semua mendadak muslim. Entah pura-pura atau entah cuma terbawa suasana. Menghormati bulan Ramadhan, begitu katanya. Mereka lupa, Tuhan, mereka tidak lebih terhormat. Hehehehe, maaf. Kami memang kurang ajar, Tuhan. Tapi sekali lagi Kau sungguh Maha Baik. Namun jika kami tetap kurang ajar juga, berilah kami pelajaran.

Saturday, July 20

#11 Langgar Selepas Taraweh

Dulu sekali Tuhan. Aku masih ingat, ketika tempat sholat itu kusebut langgar. Kecil, selayaknya langgar-langgar kampung. Sehingga saat taraweh tiba, laki-laki saja yang muat di dalamnya. Selebihnya membanjiri pelataran, ke tepi-tepi jalan, hingga ke serambi-serambi rumah.

Imamnya pun imam kampung, jamaahnya jamaah kampung. Kental sekali kekeluargaan di sini. Dua tiga rekaat tak masalah, ada senandung kecil di sela-selanya. Hingga saat khutbah tiba, yang seringkali disampaikan dengan bahasa Jawa yang kental sekali. Sampai-sampai banyak yang tak kumengerti.

Selepas itu, salam terakhir di akhir witir. Selepas itu, niat puasa dibaca bersama. Selepas itu, sholawat nabi mengiringi orang-orang bangkit dan berjabat tangan. Bocah-bocah tanggung usia sekolah sambil membawa buku menghambur mengejar Pak Kaji, hendak meminta paraf untuk buku Ramadhan.

Selepas itu, langgar sepi. Hanya ada remaja dan bocah-bocah. Sibuk berjingkat meraih al-Quran di atas almari, sebagian lagi sibuk menata meja kecil dan mengulur mikrofon. Lalu mereka tertunduk mengaji. Sementara dari kejauhan muncul emak disusul emak lain lagi, membawa jajan untuk kami.

Friday, July 19

#10 Sepuluh Pertama

Hai halo Tuhan.

Tak terasa Ramadhan telah memasuki hari ke sepuluh, artinya sudah sepertiga dalamnya kami menyelami bulan suci-Mu ini, Ya Tuhan. Aku akan coba ingat-ingat apa yang telah kami dapat sejauh ini.

Sahur,sesungguhnya di tiap sahur terdapat keberkahan. Namun di tiap sahur pula kami menyaksikan orang-orang saling mencela di televisi, dengan gelak tawa sejenak mereka lupa agama. Apa berkah itu masih ada untuk kami, Ya Tuhan?

Siang hari kami melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja dengan puasa, kami cenderung malas. Hehehehe. Bukan itu masalahnya, namun ketika kami keluar rumah entah kenapa jadi banyak wanita cantik di jalan. Mungkin Engkau sedang bercanda dengan menguji kami seasyik ini.

Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Begitukah, Tuhan? Dengan alasan ini pula kami cenderung malas dan benar-benar menghabiskan waktu dengan tidur. Sehingga tawaran pahala berlipat ganda dari-Mu itu kalah oleh lelap.

Menyegerakan berbuka. Berbuka artinya membuka diri dari awalnya yang tidak diperbolehkan selama puasa, bukan kalap apa-apa dilahap. Hehehehe. Sehingga mundur sholat Maghribnya, ketinggalan jamaahnya, dan kekenyangan jadinya.

Namun agaknya meramaikan malam-malam Ramadhan tetap kami lakukan. Tarawih berjamaah sungguh asyiknya. Tadarus al-Quran di masjid tetap berjalan, sebab di situ pasti ada jajan. Hehehehe.

Jika Engkau tengok kami selama Ramadhan, pastilah kami malu Ya Tuhan. Tapi Engkau pasti menengok kami, maka kami seharusnya malu. Dengan 10 hari awal Ramadhan ini, yang Engkau limpahkan rahmat di dalamnya, sudilah Engkau rahmati kami yang tak tahu diri ini Ya Tuhan. Kami akan terus memperbaiki diri untuk menyelami bulan suci-Mu dua per tiga lagi.

Thursday, July 18

#9 Ikhlas

Ikhlas itu apa sih, Tuhan? Ikhlas itu rela, ridha, tidak pamrih, tidak mengharap balasan. Begitukah? Katanya, jika kami beribadah kepada-Mu karena mengharap surga, itu tidak ikhlas. Atau ketika kami beribadah kepada-Mu karena takut neraka, itu tidak ikhlas. Atau ketika dalam kitab-Mu Kau menjanjikan 700 kali lipat atas tiap harta yang kami sedekahkan. Atau ini. Atau itu. Hingga ganjaran malam 1000 bulan. Ini Kau janjikan agar kami meraih itu, dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabikhul khairat. Mungkin Kau bisa ajari kami apa ikhlas itu dengan cara yang lain: takdi

Tuesday, July 16

#8 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan.

Baru saja aku menghibur diri dengan pergi ke bioskop dan menonton film, berdosakah aku? Sementara banyak orang, yang mengatasnamakan pembela agamamu, kemarin kemarin lusa, berteriak pongkah meminta hiburan semacam ini ditutup saja. Dengan alasan, sebagai tempat maksiat, katanya. Jika memang banyak kemudharatan di sini, jadikanlah ia manfaat dengan cara-Mu, Tuhan.

Dan sekarang aku meratapi waktuku yang kubuang itu. Karena sesungguhnya besok aku akan menempuh ujian, dan aku belum belajar. Dan apa yang hendak aku pelajari pun tak ada, Tuhan. Hehehehe. Jika memang aku tak dapat belajar malam ini, mudahkan hari esok dengan cara-Mu, Tuhan. Boleh kan Tuhan?

Monday, July 15

#7 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Sungguh Engkau Maha Pemberi, termasuk rasa kantuk ini. Maafkan aku, mungkin tadi tarawehku timbul tenggelam, ngantuk sangat ya Tuhan. Hehehe.

Tuhan. Bolehkah kuanggap kantuk ini sebagai nikmat, agar nyenyak dan berkualitas tidurku, dan bukankah itu menyehatkan.

Tuhan. Aku tak hendak mengadu apa-apa hari ini. Selain mengucap syukur kepada-Mu atas hari ini yang telah kutempuh, dan memohon ampun apabila hari ini aku berbuat salah.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html