Sunday, July 28

#16 Langit

Hai halo Tuhan samawi wal ardhi. Tuhan langit dan bumi. Bumi yang seolah kukenal betul rupanya kecil ibarat debu dibanding langit-Mu. Langit yang tiap malam kupandangi. Langit tempat Kau letakkan bulan, bintang, dan hal-hal yang tak kuketahui. Tuhan. Dari langit itu pula turun ruhul kudus bersama firman-Mu. Yang Kau pertemukan dengan kekasih-Mu, Muhammad. Yang akhirnya orang-orang namai peristiwa itu dengan Nuzulul Quran, yang baru-baru ini kami peringati. Dan dari langit itu pulalah rahmat-Mu turun tiap malam. Termasuk apa yang sebentar lagi akan kami sambut. Langit tempat turunnya seribu keberkahan, di malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Friday, July 26

#15 Doa

Hai halo Tuhan. Bahwa Engkau mengabulkan semua doa itu benar, hanya saja kebanyakan kami salah sangka. Kami lupa bahwa itu semua kecil bagi-Mu, segampang melentikkan jari. Begitu kan, Tuhan. Ya. Semua itu terkabul. Hanya saja dengan cara-Mu, bukan cara kami. Sesuai waktu-Mu, bukan waktu kami. Aku membayangkan jika apa-apa yang menjadi permintaan kami Kau turuti begitu saja, maka tak ada lagi doa-doa panjang dipanjatkan. Tak ada lagi tangan tengadah tengah malam. Tak ada lagi air mata bercucuran, oleh sebuah permohonan. Aku tahu, Kau tetap menginginkan kami dekat dan santun, untuk mengucap doa-doa.

Thursday, July 25

#14 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Baiknya diri-Mu masih menyambung nafasku, juga orang-orang yang kucintai. Memberiku kekaguman, terlebih kepada-Mu. Tuhan. Semua-semua itu Kau berikan tanpa kami minta. Sampai-sampai kami lupa kami punya semua itu. Dan di samping doa-doa yang kami panjatkan, terus kami panjatkan, tentunya Kau lebih memberi lagi. Meski dengan cara-Mu, sampai-sampai kami tidak tahu. Tuhan. Atas semua doa yang kami panjatkan, Kau pasti geli mendengarnya. Hehehe. Sebab apa? Sebab aneh-aneh saja kami dalam meminta. Harta, tahta, wanita. Begitu. Termasuk juga doa dalam pertandingan sepak bola. Dan kami berharap Kau bercanda dengan mengabulkan semua itu. Hehehe.

Wednesday, July 24

#13 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Maaf baru sempat menyapa. Tidak, aku tidak mungkin lupa. Hanya saja kesibukan yang lain menyita kesenggangan, dan itu urusan dunia. Tuhan. Ketika ibadah jadi ritual semata, tak ada yang sakral. Kami pun berkilah, daripada tidak dikerjakan sama sekali. Engkau tetap menerima, urusan pahala itu hak prerogatif-Mu. Begitu, Tuhan? Itu pula yang kami lakukan akhir-akhir ini. Ada yang lucu, ketika puasa yang paling dinanti adalah berbuka bersama. Bersama orang banyak meramaikan rumah makan, bukan ibadah. Hingga sepi masjid-masjid, dan telat sholat Maghrib. Apalagi taraweh berjamaah, mana sempat. Hehehe. Begitulah, Tuhan. Adakalanya ibadah menjadi urusan dunia. Namun jangan sampai keterlaluan hingga dunia mengalahkan ibadah. Jewer kami jika sampai demikian, tetap dengan cara-Mu.

#12 Dosa

Hai halo Tuhan. Kau sungguh baik, Maha Baik. Maka dari itu sebagian orang menganggap Kau terlalu sayang mereka, sehingga mereka menjadi manja. Tak jalankan perintah-Mu tak apa-apa, katanya. Tetap lakukan hal yang tak Kau sukai, meski mereka tahu itu dosa. Hanya karena mereka yakin Kau mudah memaafkan. Begitu. Tuhan? Semakin ke sini semakin banyak kutemui orang yang bangga tampil tak beragama, Tuhan. Prianya malu jika terlalu alim, wanitanya malu jika terlalu muslim. Ke masjid, mengaji, itu gak keren, itu kerjaan orang tua. Jilbab itu kuno, semakin seksi semakin cantik. Mereka tidak tahu, Tuhan, Kau ini Maha Asyik. Tapi semenjak masuk bulan puasa, semua mendadak alim, semua mendadak muslim. Entah pura-pura atau entah cuma terbawa suasana. Menghormati bulan Ramadhan, begitu katanya. Mereka lupa, Tuhan, mereka tidak lebih terhormat. Hehehehe, maaf. Kami memang kurang ajar, Tuhan. Tapi sekali lagi Kau sungguh Maha Baik. Namun jika kami tetap kurang ajar juga, berilah kami pelajaran.

Saturday, July 20

#11 Langgar Selepas Taraweh

Dulu sekali Tuhan. Aku masih ingat, ketika tempat sholat itu kusebut langgar. Kecil, selayaknya langgar-langgar kampung. Sehingga saat taraweh tiba, laki-laki saja yang muat di dalamnya. Selebihnya membanjiri pelataran, ke tepi-tepi jalan, hingga ke serambi-serambi rumah.

Imamnya pun imam kampung, jamaahnya jamaah kampung. Kental sekali kekeluargaan di sini. Dua tiga rekaat tak masalah, ada senandung kecil di sela-selanya. Hingga saat khutbah tiba, yang seringkali disampaikan dengan bahasa Jawa yang kental sekali. Sampai-sampai banyak yang tak kumengerti.

Selepas itu, salam terakhir di akhir witir. Selepas itu, niat puasa dibaca bersama. Selepas itu, sholawat nabi mengiringi orang-orang bangkit dan berjabat tangan. Bocah-bocah tanggung usia sekolah sambil membawa buku menghambur mengejar Pak Kaji, hendak meminta paraf untuk buku Ramadhan.

Selepas itu, langgar sepi. Hanya ada remaja dan bocah-bocah. Sibuk berjingkat meraih al-Quran di atas almari, sebagian lagi sibuk menata meja kecil dan mengulur mikrofon. Lalu mereka tertunduk mengaji. Sementara dari kejauhan muncul emak disusul emak lain lagi, membawa jajan untuk kami.

Friday, July 19

#10 Sepuluh Pertama

Hai halo Tuhan.

Tak terasa Ramadhan telah memasuki hari ke sepuluh, artinya sudah sepertiga dalamnya kami menyelami bulan suci-Mu ini, Ya Tuhan. Aku akan coba ingat-ingat apa yang telah kami dapat sejauh ini.

Sahur,sesungguhnya di tiap sahur terdapat keberkahan. Namun di tiap sahur pula kami menyaksikan orang-orang saling mencela di televisi, dengan gelak tawa sejenak mereka lupa agama. Apa berkah itu masih ada untuk kami, Ya Tuhan?

Siang hari kami melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja dengan puasa, kami cenderung malas. Hehehehe. Bukan itu masalahnya, namun ketika kami keluar rumah entah kenapa jadi banyak wanita cantik di jalan. Mungkin Engkau sedang bercanda dengan menguji kami seasyik ini.

Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Begitukah, Tuhan? Dengan alasan ini pula kami cenderung malas dan benar-benar menghabiskan waktu dengan tidur. Sehingga tawaran pahala berlipat ganda dari-Mu itu kalah oleh lelap.

Menyegerakan berbuka. Berbuka artinya membuka diri dari awalnya yang tidak diperbolehkan selama puasa, bukan kalap apa-apa dilahap. Hehehehe. Sehingga mundur sholat Maghribnya, ketinggalan jamaahnya, dan kekenyangan jadinya.

Namun agaknya meramaikan malam-malam Ramadhan tetap kami lakukan. Tarawih berjamaah sungguh asyiknya. Tadarus al-Quran di masjid tetap berjalan, sebab di situ pasti ada jajan. Hehehehe.

Jika Engkau tengok kami selama Ramadhan, pastilah kami malu Ya Tuhan. Tapi Engkau pasti menengok kami, maka kami seharusnya malu. Dengan 10 hari awal Ramadhan ini, yang Engkau limpahkan rahmat di dalamnya, sudilah Engkau rahmati kami yang tak tahu diri ini Ya Tuhan. Kami akan terus memperbaiki diri untuk menyelami bulan suci-Mu dua per tiga lagi.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html