Sunday, July 28
Friday, July 26
#15 Doa
Thursday, July 25
#14 Hai Tuhan
Wednesday, July 24
#13 Hai Tuhan
#12 Dosa
Saturday, July 20
#11 Langgar Selepas Taraweh
Dulu sekali Tuhan. Aku masih ingat, ketika tempat sholat itu kusebut langgar. Kecil, selayaknya langgar-langgar kampung. Sehingga saat taraweh tiba, laki-laki saja yang muat di dalamnya. Selebihnya membanjiri pelataran, ke tepi-tepi jalan, hingga ke serambi-serambi rumah.
Imamnya pun imam kampung, jamaahnya jamaah kampung. Kental sekali kekeluargaan di sini. Dua tiga rekaat tak masalah, ada senandung kecil di sela-selanya. Hingga saat khutbah tiba, yang seringkali disampaikan dengan bahasa Jawa yang kental sekali. Sampai-sampai banyak yang tak kumengerti.
Selepas itu, salam terakhir di akhir witir. Selepas itu, niat puasa dibaca bersama. Selepas itu, sholawat nabi mengiringi orang-orang bangkit dan berjabat tangan. Bocah-bocah tanggung usia sekolah sambil membawa buku menghambur mengejar Pak Kaji, hendak meminta paraf untuk buku Ramadhan.
Selepas itu, langgar sepi. Hanya ada remaja dan bocah-bocah. Sibuk berjingkat meraih al-Quran di atas almari, sebagian lagi sibuk menata meja kecil dan mengulur mikrofon. Lalu mereka tertunduk mengaji. Sementara dari kejauhan muncul emak disusul emak lain lagi, membawa jajan untuk kami.
Friday, July 19
#10 Sepuluh Pertama
Hai halo Tuhan.
Tak terasa Ramadhan telah memasuki hari ke sepuluh, artinya sudah sepertiga dalamnya kami menyelami bulan suci-Mu ini, Ya Tuhan. Aku akan coba ingat-ingat apa yang telah kami dapat sejauh ini.
Sahur,sesungguhnya di tiap sahur terdapat keberkahan. Namun di tiap sahur pula kami menyaksikan orang-orang saling mencela di televisi, dengan gelak tawa sejenak mereka lupa agama. Apa berkah itu masih ada untuk kami, Ya Tuhan?
Siang hari kami melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja dengan puasa, kami cenderung malas. Hehehehe. Bukan itu masalahnya, namun ketika kami keluar rumah entah kenapa jadi banyak wanita cantik di jalan. Mungkin Engkau sedang bercanda dengan menguji kami seasyik ini.
Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Begitukah, Tuhan? Dengan alasan ini pula kami cenderung malas dan benar-benar menghabiskan waktu dengan tidur. Sehingga tawaran pahala berlipat ganda dari-Mu itu kalah oleh lelap.
Menyegerakan berbuka. Berbuka artinya membuka diri dari awalnya yang tidak diperbolehkan selama puasa, bukan kalap apa-apa dilahap. Hehehehe. Sehingga mundur sholat Maghribnya, ketinggalan jamaahnya, dan kekenyangan jadinya.
Namun agaknya meramaikan malam-malam Ramadhan tetap kami lakukan. Tarawih berjamaah sungguh asyiknya. Tadarus al-Quran di masjid tetap berjalan, sebab di situ pasti ada jajan. Hehehehe.
Jika Engkau tengok kami selama Ramadhan, pastilah kami malu Ya Tuhan. Tapi Engkau pasti menengok kami, maka kami seharusnya malu. Dengan 10 hari awal Ramadhan ini, yang Engkau limpahkan rahmat di dalamnya, sudilah Engkau rahmati kami yang tak tahu diri ini Ya Tuhan. Kami akan terus memperbaiki diri untuk menyelami bulan suci-Mu dua per tiga lagi.