Wednesday, August 7

#19 Tepi-tepi

Hai halo Tuhan.

Lengahkah kami hingga Ramadhan sebentar lagi pergi? Sudah dapat apa kami sebulanan ini? Hingga bulan mulia itu mulai bangkit, beranjak, dan berlalu barang sekejap saja.

Orang bilang di ujung Ramadhan ada hari kemenangan. Kemenangan untuk siapa? Berjihadkah kau sebulanan ini? Astaga. Kami terlelap, kami lalai, kami abai, kami malu.

Ramadhan berakhir, itu benar. Namun ini bukan ujung, ini tepi-tepi. Tepi di mana kami akan mulai kembali menjalani rutinitas tanpa kerangka bulan baik. Tepi di mana muslim semusim kembali rupa. Sungguh kenapa kami bangga tampil tak beragama.

Tuhan. Kau Maha Baik. Kau mungkin geram melihat kami yang berdoa agar Ramadhan depan kembali jumpa, namun kami isi sela-selanya dengan dosa. Dan di tepi-tepi ini kami mengharap Kau tidak memasukkan kami kepada golongan itu. Terima kasih Tuhan untuk madrasatu Ramadhan, tempat pembelajaran paling baik.

Friday, August 2

#18 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Kau dekat namun jarang sekali disapa. Kau terlalu baik, maka kami lupa. Coba sentil kami sedikit saja, hitung berapa banyak tangan tengadah meminta. Hehehe. Kami hanya bisa meminta, dengan kata-kata yang sama. Menuntut ini menuntut itu. Sebagian kami lupa, Kau Maha Asyik. Kami bayi dan kue-kue banyak di tangan-Mu. Kami merengek. Padahal cepat lambat Kau memberi, namun kami keburu bosan dan ngambek. Dan kita bukan bayi lagi, seharusnya tidak begini. Anggap saja Tuhan sedang bercanda.

Tuesday, July 30

#17 Sepuluh Kedua

Hai halo Tuhan. Ramadhan hari ini telah masuk hitungan hari kedua puluh, atau kedua puluh satu. Entahlah, aku tidak menghitungnya. Yang jelas anggap saja ini sepuluh hari terakhir Ramadhan. Lalu apa saja yang sudah kita dapat?

Dai sepuluh hari terakhir ini akan datang tamu besar, begitu katanya. Orangl-orang menyebutnya dengan lailatul qadr, yang akan tiba di salah satu malamnya. Malam yang mana? Entahlah tak ada orang tahu. Ini jackpot, begitu Tuhan? Jackpot bagi yang giat ibadah tiap malam tiap hari. Tapi kami sungguh perhitungan. Menganggap bahwa malam itu datang di malam ganjil saja, maka kami giat di malam itu saja. Hehehe.

Sepuluh hari terakhir ibarat hukum alam. Hanya yang tekun saja yang istiqomah akan ibadahnya. Tengok saja, masjid kian longgar. Pasar lebih ramai. Aku pun, Tuhan, sudah sering meninggalkan taraweh berjamaah gegara urusan duniawi. Bacaan Quran pun tidak sengebut dulu. Irhamna Ya Allah. Di sepuluh hari kedua yang Kau limpahkan maghfiroh di dalamnya, sudilah Engkau ampuni kami yang mulai lalai. Tegur kami bila perlu, dengan cara-Mu.

Sunday, July 28

#16 Langit

Hai halo Tuhan samawi wal ardhi. Tuhan langit dan bumi. Bumi yang seolah kukenal betul rupanya kecil ibarat debu dibanding langit-Mu. Langit yang tiap malam kupandangi. Langit tempat Kau letakkan bulan, bintang, dan hal-hal yang tak kuketahui. Tuhan. Dari langit itu pula turun ruhul kudus bersama firman-Mu. Yang Kau pertemukan dengan kekasih-Mu, Muhammad. Yang akhirnya orang-orang namai peristiwa itu dengan Nuzulul Quran, yang baru-baru ini kami peringati. Dan dari langit itu pulalah rahmat-Mu turun tiap malam. Termasuk apa yang sebentar lagi akan kami sambut. Langit tempat turunnya seribu keberkahan, di malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Friday, July 26

#15 Doa

Hai halo Tuhan. Bahwa Engkau mengabulkan semua doa itu benar, hanya saja kebanyakan kami salah sangka. Kami lupa bahwa itu semua kecil bagi-Mu, segampang melentikkan jari. Begitu kan, Tuhan. Ya. Semua itu terkabul. Hanya saja dengan cara-Mu, bukan cara kami. Sesuai waktu-Mu, bukan waktu kami. Aku membayangkan jika apa-apa yang menjadi permintaan kami Kau turuti begitu saja, maka tak ada lagi doa-doa panjang dipanjatkan. Tak ada lagi tangan tengadah tengah malam. Tak ada lagi air mata bercucuran, oleh sebuah permohonan. Aku tahu, Kau tetap menginginkan kami dekat dan santun, untuk mengucap doa-doa.

Thursday, July 25

#14 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Baiknya diri-Mu masih menyambung nafasku, juga orang-orang yang kucintai. Memberiku kekaguman, terlebih kepada-Mu. Tuhan. Semua-semua itu Kau berikan tanpa kami minta. Sampai-sampai kami lupa kami punya semua itu. Dan di samping doa-doa yang kami panjatkan, terus kami panjatkan, tentunya Kau lebih memberi lagi. Meski dengan cara-Mu, sampai-sampai kami tidak tahu. Tuhan. Atas semua doa yang kami panjatkan, Kau pasti geli mendengarnya. Hehehe. Sebab apa? Sebab aneh-aneh saja kami dalam meminta. Harta, tahta, wanita. Begitu. Termasuk juga doa dalam pertandingan sepak bola. Dan kami berharap Kau bercanda dengan mengabulkan semua itu. Hehehe.

Wednesday, July 24

#13 Hai Tuhan

Hai halo Tuhan. Maaf baru sempat menyapa. Tidak, aku tidak mungkin lupa. Hanya saja kesibukan yang lain menyita kesenggangan, dan itu urusan dunia. Tuhan. Ketika ibadah jadi ritual semata, tak ada yang sakral. Kami pun berkilah, daripada tidak dikerjakan sama sekali. Engkau tetap menerima, urusan pahala itu hak prerogatif-Mu. Begitu, Tuhan? Itu pula yang kami lakukan akhir-akhir ini. Ada yang lucu, ketika puasa yang paling dinanti adalah berbuka bersama. Bersama orang banyak meramaikan rumah makan, bukan ibadah. Hingga sepi masjid-masjid, dan telat sholat Maghrib. Apalagi taraweh berjamaah, mana sempat. Hehehe. Begitulah, Tuhan. Adakalanya ibadah menjadi urusan dunia. Namun jangan sampai keterlaluan hingga dunia mengalahkan ibadah. Jewer kami jika sampai demikian, tetap dengan cara-Mu.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html